• Senin, 28 November 2022

Petani Sambat, jatah pupuk bersubsidi di Banyuwangi tidak merata

- Rabu, 28 September 2022 | 08:13 WIB
Petani Banyuwangi mendapat kuota tambahan pupuk subsidi/Pikiran Rakyat.com
Petani Banyuwangi mendapat kuota tambahan pupuk subsidi/Pikiran Rakyat.com

BanyuwangiPedia.com - Sulitnya mencari pupuk khususnya pupuk bersubsidi dirasakan pelh mayoritas petani di Banyuwangi.

Meskipun Pemerintah Banyuwangi berencana akan menggelontorkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK sebanyak 26 ribu ton, namun penyaluran tersebut dinilai tidak merata.

Karena ada 7 kecamatan di wilayah selatan Banyuwangi dipastkan tidak mendapat jatah tambahan pupuk bersubsidi.

Kondisi itu membuat sejumlah petani sambat. Mereka menyebut, pemerintah dinilai tak adil atas kebijakan tersebut.

"Kami ini sudah lama mencari pupuk bersubsidi itu sulit. Tanaman jagung milik saya itu sudah dua bulan tapi pertumbuhannya kurang maksimal,"

"Sudah berusaha memakai pupuk lain, saya pakai pupuk cantik 50 Kg itu harganya Rp 850 ribu, ditambah NPK Mutiara hasilnya masih kurang," kata Purwanto salah seorang petani.

Sebenarnya, petani juga pernah memakai opsi pupuk non subsidi jenis Urea. Tapi saat pemakaian itu hasilnya beda dengan Urea pupuk bersubsidi.

"pupuk non subsidi nggak tau kenapa hasilnya tetap beda. Padahal sama-sama jenisnya Urea. Kalau memang mau dinaikan harga pupuk subsidi ya nggak apa-apa, tapi harus bagus kualitasnya. Kita itu kesulitan banget," katanya. 

Baca Juga: Sejumlah Kecamatan di Banyuwangi tidak mendapat jatah tambahan pupuk bersubsidi, bagaimana nasib petani?

Halaman:

Editor: Lutfia Maeky Permata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagu Banyuwangi Suliana Paling Hits sepanjang masa

Minggu, 13 November 2022 | 12:12 WIB
X