• Senin, 28 November 2022

Ada 7 kecamatan di Banyuwangi dinilai boros pupuk bersubsidi

- Selasa, 27 September 2022 | 07:49 WIB
Petani di Tegaldlimo, Banyuwangi sedang merawat tanaman di sawah.  (lut/dok)
Petani di Tegaldlimo, Banyuwangi sedang merawat tanaman di sawah. (lut/dok)

BanyuwangiPedia.com - Pemerintah Banyuwangi berencana mendapatkan suntikan tambahan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan pertanian di daerahnya. Jumlah tambahan pupuk itu sebanyak 26 ribu ton dan akan segera digelontorkan untuk musim tanam September - Desember 2022.

Jenis tambahan pupuk bersubsidi itu di antaranya Urea dan NPK. Dua jenis pupuk bersubsidi yang paling dicari oleh petani Banyuwangi.

Sebenarnya dua jenis pupuk bersubsidi itu masih ada di lapangan. Tapi sulit dicari bahkan jika ada itu jenis pupuk yang non subsidi harganya uang yang selangit.

Petani Banyuwangi berharap agar suntikan pupuk bersubsidi segera terealisasi. Karena mereka sangat membutuhkan pupuk untuk musim tanam kali ini.

Baca Juga: Pemerintah Banyuwangi janji gelontor pupuk bersubsidi 26 ribu ton, sabar jangan rebutan

Meski demikian, Pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyebut telah mengkaji kebutuhan pupuk di daerahnya. Namun, demikian ada persoalan yang dinilai membebani untuk penyaluran pupuk.

Sehingga hal ini mempengaruhi jumlah seharusnya pupuk bersubsidi yang diserap oleh petani. Alhasil, ketersediaan pupuk di sejumlah tempat tidak merata dan menipis jumlahnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi M. Khoiri jumlah stok pupuk bersubsidi di Banyuwangi sebelumnya sempat menipis. Bahkan, jumlah itu tersisa mencapai sekitar 15 persen akibat jomplangnya penyaluran.

Hal itu, lanjutnya, dikarenakan dari 25 kecamatan di Banyuwangi, terdapat 7 kecamatan yang dinilai boros penggunaan pupuk. Daerah-daerah itu dinilai juga telah melampaui kuota e-RDKK. 

Halaman:

Editor: Lutfia Maeky Permata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lagu Banyuwangi Suliana Paling Hits sepanjang masa

Minggu, 13 November 2022 | 12:12 WIB
X