• Jumat, 30 September 2022

Banyuwangi Pamerkan Berbagai Inovasi Pelajar Hasil Program Merdeka Belajar

- Selasa, 17 Mei 2022 | 00:00 WIB
Banyuwangi Pamerkan Berbagai Inovasi Pelajar Hasil Program Merdeka Belajar_6294c502dd5ea.jpeg
Banyuwangi Pamerkan Berbagai Inovasi Pelajar Hasil Program Merdeka Belajar_6294c502dd5ea.jpeg

BANYUWANGI –Antusias dalam program Merdeka Pelajar, sekolah-sekolah di Banyuwangi pamerkan berbagai hasil karya pelajar dalam sebuah Festival Merdeka Pelajar, di Pendopo Sabha Swagatha, Banyuwangi, Selasa (17/5/2022). 

Seperti metode pembelajaran melalui game bola yang diciptakan Al Ghazali, siswa kelas 5 SDN 1 Lateng. Al Ghazali yang bercita-cita menjadi seorang programmer itu membuat sebuah game permainan bola pantul berlatar pegunungan.

Ada juga pedal stand hand sanitizer karya Nicholas Nizam Zahir dan Fitsal Asfa dari SDN 1 Pakis. Dua siswa tersebut berhasil membuat alat penyemprot hand sanitizer dari paralon yang dilengkapi dengan pedal sebagai pemantiknya.

“Sengaja bikin alat ini karena memang sangat dibutuhkan saat pandemi seperti sekarang. Bikinnya enggak rumit, seminggu sudah jadi. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan,” ujar Nicholas.

Karya-karya tersebut ditampilkan pada Pameran Unjuk Karya yang digelar di seluruh Satuan Koordinator Pendidikan di 25 kecamatan se-Banyuwangi. Berbagai inovasi siswa-siswa ditampilkqn dengan menarik. 

Pameran itu sendiri merupakan rangkaian dari Festival Merdeka Belajar (FMB) yang dibuka oleh Bupati Ipuk Fiestiandani.

FMB yang digelar secara hybrid tersebut, merupakan puncak dari serangkaian pendampingan dan monitoring terhadap program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) di sekolah-sekolah di Banyuwangi. Sebuah program yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir dan berekspresi bagi siswa maupun para guru. 

“Program Merdeka Belajar ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Bagaimana pendidikan kita semakin inklusif dan tidak sekadar terkungkung pada formalitas birokratis,” kata Ipuk.

“Siswa juga berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Dan mereka juga bisa menghasilkan karya nyata sesuai passion-nya,” ujar Ipuk.

Halaman:

Editor: Banyuwangi Pedia

Terkini

BBM naik, Ocha Banyuwangi bagi paket sembako

Selasa, 27 September 2022 | 17:06 WIB

Mancing Mania, Surganya Anglers ada di Banyuwangi

Minggu, 25 September 2022 | 22:36 WIB

Cara Banyuwangi menjaga dan kampanye konservasi

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Gempa Bumi di Bali, Banyuwangi bergetar kencang

Minggu, 25 September 2022 | 04:39 WIB

Ombudsman Kesengsem Bunga Desa Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 07:15 WIB

Pendeta BAMAG se Jawa Timur Kumpul di Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB
X