• Jumat, 30 September 2022

Geliatkan Ekonomi, Bupati Banyuwangi Terus Resmikan Pasar Rakyat Tematik

- Minggu, 6 Februari 2022 | 00:00 WIB
Geliatkan Ekonomi, Bupati Banyuwangi Terus Resmikan Pasar Rakyat Tematik_61ff548254b1a.jpeg
Geliatkan Ekonomi, Bupati Banyuwangi Terus Resmikan Pasar Rakyat Tematik_61ff548254b1a.jpeg

Banyuwangi - Pemulihan ekonomi dengan berbagai varian program terus digalakkan di Banyuwangi. Salah satunya dengan menggerakkan kembali pasar rakyat tematik di berbagai wilayah.


"Setelah hampir dua tahun terakhir ini, ekonomi mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19. Ini saatnya bagi kita untuk bangkit. Kita tata kembali ekonomi dengan berbagai usaha-usaha produktif," ungkap Bupati Ipuk Fiestiandani saat membuka Pasar “Cunduk Menur” di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Sabtu (5/2/2022).


Pasar-pasar rakyat yang digelar secara temporal dan barang jualan yang tematik menjadi salah satu jurus yang dipilih. Hal ini menjadi pengungkit ekonomi di level mikro. Dengan penjual yang berasal dari kampung sekitar.


"Ada laju perekonomian yang bergerak. Meski dalam skala mikro, tapi ini akan mampu memicu sektor-sektor lain ikut bergerak," terang Ipuk.


Pasar-pasar rakyat dengan tematik dagangan tertentu terbukti cukup berkembang di Banyuwangi sebelum adanya Covid-19. Seperti pasar wit-witan di Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Pasar Kampung Osing Kemiren dan Olehsari di Kecamatan Glagah, Arabian Street Food di Kampung Arab, Kecamatan Banyuwangi dan sejumlah tempat lainnya.


Setelah dua tahun berlalunya Covid-19, sejumlah pasar kembali digeliatkan. Tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain pasar-pasar lama tersebut, juga muncul sejumlah inisiasi baru. Salah satunya Pasar Cunduk Menur di Tegalarum tersebut.


“Ini adalah bagian dari gerakan Banyuwangi Rebound, sebuah program multisektor untuk membawa Banyuwangi pulih dari pandemi,” terang Ipuk.


Menurut Kepala Desa Tegalarum Achmad Turmudi, inisiasi pasar tersebut berangkat dari upaya untuk merintis pusat ekonomi baru. "Proyeksi saya, ini nantinya bisa menjadi pasar permanen. Kita awali dari yang sederhana dulu," ungkapnya.


Gagasan tersebut disambut antusias oleh warganya. Di antaranya datang dari Andriyani. Ia bersama lima orang kawannya berjualan sejumlah makanan pelengkap. Seperti sambal pecel, oseng-oseng pare, kripik pare, dan lain sebagainya. "Senang bisa berjualan di kampung sendiri. Membuka lapangan pekerjaan baru juga," terangnya.

Halaman:

Editor: Banyuwangi Pedia

Terkini

BBM naik, Ocha Banyuwangi bagi paket sembako

Selasa, 27 September 2022 | 17:06 WIB

Mancing Mania, Surganya Anglers ada di Banyuwangi

Minggu, 25 September 2022 | 22:36 WIB

Cara Banyuwangi menjaga dan kampanye konservasi

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Gempa Bumi di Bali, Banyuwangi bergetar kencang

Minggu, 25 September 2022 | 04:39 WIB

Ombudsman Kesengsem Bunga Desa Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 07:15 WIB

Pendeta BAMAG se Jawa Timur Kumpul di Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB
X