• Senin, 26 September 2022

Bank Indonesia dan Pemkab Banyuwangi Bakal Bikin Kawasan Hortikultura Organik

- Selasa, 25 Januari 2022 | 00:00 WIB
Bank Indonesia dan Pemkab Banyuwangi Bakal Bikin Kawasan Hortikultura Organik_61eff0de96cc7.jpeg
Bank Indonesia dan Pemkab Banyuwangi Bakal Bikin Kawasan Hortikultura Organik_61eff0de96cc7.jpeg

BANYUWANGI - Sektor pertanian menjadi salah satu andalan Banyuwangi. Bahkan pertanian merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni 30 persen. Untuk semakin memperkuat sektor tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Pemkab Banyuwangi bakal mengembangkan kawasan pertanian hortikultura organik. 


Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo mengatakan, Banyuwangi bisa mengembangkan satu wilayah yang khusus mengembangkan pertanian hortikultura organik.


“Saat ini hortikultura organik telah menjadi tren. Banyuwangi bisa mengembangkannya menjadi satu kluster unggulan yang strategis," kata Hestu, saat menerima kunjungan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi, di Kantor BI Jember, Selasa (25/1/2022). 


Hestu mengatakan, selama ini, sebagai partner stabilisasi ekonomi Banyuwangi, BI telah mengembangkan pertanian organik di beberapa wilayah Banyuwangi, salah satunya di Desa Segobang Kecamatan Licin. Di desa tersebut, BI Jember mengembangkan eco farming terintegrasi dengan penerapan digital farming dan pola-pola pertanian organik lainnya.  


"Berdasarkan pengalaman kami, dengan melakukan pola-pola organik, produktivitas pertanian meningkat. Produksi yang awalnya 6 sampai 7 ton per hektar, bisa mencapai 11 ton per hektare," kata Hestu. 


"Di Banyuwangi bisa dikembangkan lagi, dengan membuat satu kawasan, misalnya satu kecamatan yang khusus mengembangkan pertanian hortikultura full organik," tambah Hestu. 


Bahkan, lanjut Hestu, BI akan membuat laboratorium pertanian organik di Banyuwangi. "Kami akan mendirikan labotarorium pertanian organik, yang salah satunya membuat pupuk organik, dan pola-pola pertanian organik lainnya di Banyuwangi. Ini bisa menjadi pilot project pertanian organik," jelas Hestu. 


Hestu yakin Banyuwangi bisa mengembangkan hal tersebut, karena selama ini Banyuwangi telah dikenal sebagai daerah yang kreatif dalam berinovasi. Ini ditunjukkan meskipun pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sempat dihantam pandemi Covid-19, namun Banyuwangi dengan cepat kembali pulih dan melakukan stabilisasi ekonomi. 


"Tren pertumbuhan ekonomi Banyuwangi terus membaik dan stabil. Bahkan Banyuwangi bisa meraih TPID terbaik se-Jawa Bali dua tahun berturut-turut. Tentu ini merupakan prestasi tersendiri di tengah kondisi yang serba sulit akibat pandemi," urai Hestu.

Halaman:

Editor: Banyuwangi Pedia

Terkini

Mancing Mania, Surganya Anglers ada di Banyuwangi

Minggu, 25 September 2022 | 22:36 WIB

Cara Banyuwangi menjaga dan kampanye konservasi

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Gempa Bumi di Bali, Banyuwangi bergetar kencang

Minggu, 25 September 2022 | 04:39 WIB

Ombudsman Kesengsem Bunga Desa Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 07:15 WIB

Pendeta BAMAG se Jawa Timur Kumpul di Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB

Banyuwangi Kantongi Dua Isu Sambut KTT G-20 di Bali

Selasa, 20 September 2022 | 19:29 WIB

UNESCO Sahkan Geopark Ijen Untungkan Banyuwangi

Senin, 19 September 2022 | 12:31 WIB

Cek Kepulangan Jemaah Haji, Disini

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:19 WIB

Kampung Sidat di Jopuro Banyuwangi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:28 WIB
X