• Jumat, 30 September 2022

Kisahkan Tukang Cukur, Gus Miftah dan Syubbanul Muslimin Isi Refleksi Akhir Tahun Banyuwangi

- Selasa, 28 Desember 2021 | 00:00 WIB

Banyuwangi - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi (Harjaba) ke-250 yang digelar sepanjang Desember dipungkasi dengan Refleksi Akhir Tahun pada Selasa malam (28/12/2021). KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengisi langsung acara yang digelar secara hybrid tersebut.


“Sebetulnya, Gus Miftah ini dijadwalkan hadir secara virtual. Tapi, kami bersyukur Gus Miftah berkenan hadir langsung ke Banyuwangi di tengah kita semua," ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka acara yang dipusatkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan itu.


Kehadiran Gus Miftah, harap Ipuk, mampu memberikan refleksi terhadap perjalanan setahun terakhir. Sekaligus memotivasi untuk menghadapi tantangan di tahun mendatang. “Mari kita jadikan refleksi akhir tahun ini, hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat untuk membangun Banyuwangi,” ungkap Ipuk.


Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Ipuk, tantangan yang dihadapi oleh Banyuwangi tidaklah ringan. Mulai dari penanganan wabah, peningkatan angka kemiskinan, sampai berkurangnya anggaran. Namun, semua tantangan tersebut, sedikit demi sedikit dapat teratasi.


“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, hari ini Banyuwangi masuk level satu dalam penanganan pandemi. Angka kemiskinan bertambah, namun persentasenya tak sebanyak daerah lainnya. Bahkan, di tengah semua tantangan itu, kita masih bisa meraih berbagai prestasi,” terang Ipuk.


Sementara itu, Gus Miftah menyerukan untuk mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT. Karena pada dasarnya, apa yang terjadi di muka bumi ini, semuanya atas kehendak-Nya. “Kita harus tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk menyelesaikan persoalan apapun. Tapi, jangan sampai kita lupa, bahwa pemilik semua yang ada di dunia ini adalah Allah SWT. Maka, harus kita kembalikan lagi kepada-Nya,” ungkap pengasuh Pesantren Ora Aji, Yogyakarta itu.


Hal tersebut oleh Gus Miftah dijelaskan dalam sebuah kisah anekdoktal tentang seorang tukang cukur yang mengeluh kepada pelanggannya. Sang tukang cukur menganggap bahwa tuhan itu tidak ada. Karena banyak persoalan di muka bumi ini yang tak terselesaikan. Seperti halnya kemiskinan, penyakit hingga krisis Covid-19 akhir-akhir ini.


“Kalau Tuhan itu ada, pasti persoalan-persoalan ini sudah selesai,” keluh tukang cukur sebagaimana yang ditirukan Gus Miftah.


Menghadapi keluhan demikian, orang yang dicukur tadi tak bisa memberikan jawaban. Ia sempat terbersit membenarkan apa yang dikeluhkan oleh tukang cukur tadi. Akan tetapi, seusainya bercukur dan keluar dari tempat tersebut, ia melihat orang gila yang berambut gondrong dan gimbal. Dari sana, ia kemudian mendapatkan ilham untuk menjawab keluhan sang tukang cukur tadi.


“Tukang cukur di dunia ini ternyata tidak ada,” ungkapnya secara tiba-tiba ke tukang cukur. “Kalau benar-benar ada tukang cukur, sudah pasti tidak ada orang dengan rambut gimbal dan gondrong seperti orang gila itu,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Banyuwangi Pedia

Terkini

BBM naik, Ocha Banyuwangi bagi paket sembako

Selasa, 27 September 2022 | 17:06 WIB

Mancing Mania, Surganya Anglers ada di Banyuwangi

Minggu, 25 September 2022 | 22:36 WIB

Cara Banyuwangi menjaga dan kampanye konservasi

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Gempa Bumi di Bali, Banyuwangi bergetar kencang

Minggu, 25 September 2022 | 04:39 WIB

Ombudsman Kesengsem Bunga Desa Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 07:15 WIB

Pendeta BAMAG se Jawa Timur Kumpul di Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB
X