• Minggu, 25 September 2022

Untung Hermawan, Sepotong Bambu Jadi Jutawan

- Rabu, 8 September 2021 | 09:51 WIB
Sepotong bambu
Sepotong bambu

Banyuwangi Pedia - Siapa sangka dari sepotong bambu mengantar orang menjadi jutawan? Ya, Untung Hermawan pria asal Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari akan bercerita tentang fakta itu. Untung Hermawan adalah seorang perajin bambu asal desa setempat. Beberapa tahun terakhir menjadi pioner untuk pengembangan kerajinan bambu di daerahnya bahkan daerah lain di Banyuwangi. Melalui sepotong bambu, dapat, menghasilkan beraneka hasil karya. Sepotong bambu yang tak berharga diubahnya menjadi potongan karya yang luar biasa. Bahkan dari sepotong bambu bisa menghasilkan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Tidak percaya, patut membuktikannya. Satu potong bambu, kata Untung, dapat dijadikan berbagai macam karya atau olahan kreativitas. Seperti yang dicontohkan, bambu bisa menjadi songkok atau kopyah. Bambu juga bisa jadi barang berharga lainnya, seperti kap lampu, tas, hingga frame kaca. Jadi tidak hanya melulu untuk bangunan rumah yang juga tak kalah pentingnya. Ia bercerita, kreativitas tidak boleh luntur hanya dengan adanya keterbatasan. Untung mencontohkan, satu pohon bambu yang dibeli Rp 20.000 jika diolah seadanya tidak akan bernilai atau menghasilkan keuntungan berlipat. Tapi, kreativitas memaksa seseorang untuk berbuat lebih. Hasilnya, satu pohon atau satu potong bambu bisa menghasilkan hingga Rp 1 juta. "Memang unik bambu itu, tergantung bagaimana pengolahan. Saya asumsikan satu batang pohon seharga Rp 20.000 bisa menghasilkan Rp 1 juta," Cerita Untung, kepasa BanyuwangiPedia.com, Rabu (8/9/2021). Meski demikian, lanjut Untung, untuk menjadikan satu potong bambu menjadi jutaan memang tak mudah. Perlu manajemen industri yang teliti dan matang. Seperti melibatkan banyak orang hingga menjadi bentuk kreativitas yang jempolan. "Jadi prosesnya, mulai bambu dipotong sudah ada yang bagian mengerat. Bambu berukuran panjang dipotong kecil menjadi beberapa bagian, dijemur, hingga ada yang proses menganyam sendiri, dan mulai pembentukan desain yang diinginkan. Misal songkok, ya dibikin desain songkok yang digunakan," terangnya. Ini berbeda kondisi dan hasilnya jika hanya dikerjakan satu orang saja. Butuh waktu dan pengerjaan yang panjang. Baca jugaRelawan Banyuwangi Beraksi, Vaksinasi Cepat "Jika semua dilakukan sendiri maka satu orang sehari belum tentu bisa menghasilkan satu barang berbahan bambu. Harus dengan sistem klaster industri, kalau satu orang mengerjakan A-Z, ya tak bisa," katanya. Secara sederhana, produksi kerajinan bambu dimulai dengan memotong tipis bambu (irat), meraut atau menghaluskan bagian bambu, mewarnai, menganyam, dan membentuknya menjadi produk jadi. Menurut Untung, untuk menjadi satu buah songkok butuh kerja tim seperti yang diceritakan. Memang cukup rumit, tapi hasilnya cukup memuaskan. Produksi songkok buatannya dimulai sejak 2014 silam. Saat itu belum ada produksi anyaman bambu membuat karya songkok seperti dirinya. Bahkan, Banyuwangi menjadi satu daerah pencipta songkok berbahan bambu pertama di Indonesia. Peminatnya cukup banyak, dari Pulau Jawa hingga merambah ke pulau lain di Indonesia. Jika dihitung, satu pohon bambu bisa menghasilkan 25 buah songkok. Maka, jika diasumsikan satu songkok dihargai Rp 45 ribu maka hasilnya bisa lebih dari Rp 1 juta. "Saat ramai, dulu bisa memproduksi 3000 buah songkok perbulan. Apalagi saat bertepatan hari besar keagamaan khususnya hari raya maupun saat momen ibadah haji itu tambah ramai," katanya. Hasil yang cukup menjanjikan bukan? "Saya merasakan nikmat yang patut disyukuri dari kerajinan bambu ini," ucapnya. Tapi kini Untung Hermawan harus berjuang keras menghadapi pandemi. Karena, situasi saat ini cukup mempengaruhi serapan songkok produksinya. "Saat ini hanya memproduksi sesuai pesanan. Sebulan mungkin ada pesanan 1.000 songkok," pungkasnya. Untung Hermawan pemilik kreativitas bambu mendapat untung dari sepotong bambu. Memberi untung bagi para perajin bambu di sekitarnya. (BP/Ndy)

Editor: Banyuwangi Pedia

Tags

Terkini

Mancing Mania, Surganya Anglers ada di Banyuwangi

Minggu, 25 September 2022 | 22:36 WIB

Cara Banyuwangi menjaga dan kampanye konservasi

Minggu, 25 September 2022 | 12:07 WIB

Gempa Bumi di Bali, Banyuwangi bergetar kencang

Minggu, 25 September 2022 | 04:39 WIB

Ombudsman Kesengsem Bunga Desa Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 07:15 WIB

Pendeta BAMAG se Jawa Timur Kumpul di Banyuwangi

Kamis, 22 September 2022 | 06:55 WIB

Banyuwangi Kantongi Dua Isu Sambut KTT G-20 di Bali

Selasa, 20 September 2022 | 19:29 WIB

UNESCO Sahkan Geopark Ijen Untungkan Banyuwangi

Senin, 19 September 2022 | 12:31 WIB

Cek Kepulangan Jemaah Haji, Disini

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:19 WIB

Kampung Sidat di Jopuro Banyuwangi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 08:28 WIB
X